Bupati Manggarai Dorong Dinas Parbud Perkuat Pengembangan dan Pelestarian Budaya Lokal

Selain dedikasi pada pelestarian musik tradisional, Bupati Hery Nabit juga mengapresiasi pendekatan kesenian yang inklusif yang dikembangkan Felix Edon melalui Sanggar Wela Rana.

Sanggar tersebut melibatkan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, serta membuka ruang partisipasi bagi kelompok difabel.

“Kalau sisi ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan besar dalam konteks pemajuan kebudayaan. Banyak pihak memberi perhatian pada perempuan, anak, dan teman-teman difabel. Pa Felix sudah memulainya, dan itu sangat baik,” ujarnya.

Menutup pertemuan tersebut, Bupati Hery Nabit kembali menegaskan pentingnya peran aktif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam menyiapkan ekosistem kebudayaan yang sehat, termasuk pendampingan bagi para seniman dalam pengarsipan karya, peningkatan kapasitas, serta penguatan jejaring kebudayaan.

“Siapkan jalannya dengan baik. Kalau niat kita sudah sama, pemerintah dan seniman bisa bekerja lebih banyak bersama. Kita sudah berada di jalur yang tepat,” pungkasnya.

Dengan dukungan kebijakan, kerja kolaboratif, serta dedikasi para pelaku seni, Pemerintah Kabupaten Manggarai optimistis kebudayaan lokal tidak hanya lestari, tetapi juga mampu tampil percaya diri di tingkat nasional.

Capaian dan Tantangan Pelestarian Budaya

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell, menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan RI yang diterima Felix Edon merupakan bagian dari rangkaian capaian penting di bidang kebudayaan di Kabupaten Manggarai.

Ia mengungkapkan bahwa alat musik tradisional Cakatinding telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2022. Selanjutnya, pada tahun 2025, makanan tradisional Sombu juga ditetapkan sebagai WBTB.

Selain itu, Bupati Manggarai dijadwalkan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas program revitalisasi Mbaru Gendang yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2025.

“Semua capaian ini diharapkan semakin menguatkan niat kita bersama untuk terus melestarikan kebudayaan Manggarai,” kata Armin.***