Sebelum dialog berlangsung, Bupati Manggarai menyampaikan pandangannya bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, namun merupakan identitas yang hidup dan fondasi pembangunan masyarakat.
“Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan identitas dan kekuatan hidup masyarakat. Ketika budaya dirawat dan dikembangkan secara konsisten, ia akan menjadi energi sosial dan ekonomi yang mendorong kesejahteraan daerah,” ujar Bupati Herybertus Nabit dalam sambutannya.
Bupati Herybertus juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memasukkan aspek kebudayaan dalam setiap proses pembangunan, dengan melibatkan masyarakat adat, pelaku budaya, serta insan pers sebagai mitra strategis.
Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam memelihara narasi kebudayaan. Melalui pemberitaan yang edukatif dan berimbang, pers ikut berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal secara luas tidak hanya di daerah tetapi juga nasional.
“Peran pers sangat penting dalam merawat narasi kebudayaan. Melalui pemberitaan yang edukatif dan berimbang, pers membantu menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal secara luas, tidak hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional,” tambahnya
Dialog Kebudayaan ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, insan pers, serta masyarakat, dalam menjaga warisan budaya di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital yang semakin cepat.
Diskusi juga menekankan perlunya strategi inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelestarian budaya.
Rangkaian kegiatan HPN 2026 di Provinsi Banten sendiri dipenuhi dengan berbagai agenda, mulai dari dialog tematik, seminar, pameran, hingga pertunjukan kebudayaan yang menghadirkan beragam ekspresi seni dari seluruh Nusantara.
Kehadiran Bupati Manggarai dalam forum nasional ini menegaskan dukungan kuat pemerintah daerah terhadap kemerdekaan pers, sekaligus mempertegas posisi kebudayaan sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional dan penguatan jati diri bangsa.***
