Bupati Manggarai Tegaskan Rumah Adat sebagai Pondasi Pembangunan Lintas Generasi

Hingga saat ini, sebanyak 177 unit rumah adat telah berhasil dibangun dan direhabilitasi. Meski demikian, masih terdapat sekitar 338 unit rumah adat yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Bupati Manggarai mengakui bahwa dukungan dari pemerintah pusat telah mulai diterima, meskipun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan.

Oleh karena itu, melalui forum Dialog Kebudayaan HPN 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap adanya dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah pusat, khususnya terhadap proposal dan rekomendasi kebijakan yang telah disusun.

Sebanyak 515 rekomendasi kebijakan telah disiapkan sebagai dasar penguatan pelestarian kebudayaan, dengan fokus utama pada perlindungan dan revitalisasi rumah adat sebagai pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, yang turut hadir dalam dialog tersebut, menegaskan bahwa rumah adat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan memiliki fungsi sosial dan kultural yang sangat penting.

“Rumah adat adalah ruang hidup budaya. Di sanalah nilai-nilai diwariskan, identitas dibentuk, dan generasi muda belajar tentang kebersamaan serta jati dirinya,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai pusat kebudayaan, rumah adat juga berperan sebagai ruang penyelesaian persoalan sosial dan konflik adat.

Dalam banyak kasus, mekanisme adat dinilai lebih efektif dan diterima oleh masyarakat dibandingkan jalur hukum formal.

“Rumah adat menjadi ruang musyawarah dan rekonsiliasi. Hukum adat dan hukum formal tidak perlu dipertentangkan, karena hukum adat memiliki kekuatan sosial yang nyata dan hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai memandang bahwa pelestarian dan pembangunan rumah adat tidak hanya bertujuan menjaga warisan budaya, tetapi juga membangun sistem sosial yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan pembangunan berbasis kebudayaan, rumah adat diharapkan mampu menjadi penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam kerangka pembangunan Manggarai yang berakar kuat pada jati diri lokal.***

Posting Terkait

Jangan Lewatkan