SERANG, BANTEN, SwaraNTT.net- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan bahwa pelestarian dan pembangunan rumah adat merupakan bagian penting dari strategi pembangunan lintas generasi yang berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikannya saat mengikuti Dialog Kebudayaan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang berlangsung di Serang, Provinsi Banten, Minggu (8/2/2026).
Dialog Kebudayaan ini menghadirkan para bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026.
Dalam forum tersebut, setiap kepala daerah diberikan kesempatan untuk memaparkan kondisi kebudayaan di wilayah masing-masing, termasuk tantangan, potensi, serta kebijakan yang telah dan sedang dijalankan.
Dalam pemaparannya, Bupati Manggarai menekankan bahwa pembangunan harus diletakkan dalam perspektif jangka panjang, tidak semata-mata untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Pembangunan, khususnya pembangunan kebudayaan, harus kita rancang sebagai investasi peradaban. Kita berbicara bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan,” tegas Bupati Hery Nabit.
Bupati Manggarai juga memaparkan kondisi riil rumah adat di Kabupaten Manggarai yang saat ini membutuhkan perhatian serius.
Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 514 unit rumah adat yang tersebar di berbagai wilayah.
Namun hingga tahun 2024, rumah adat yang masih berada dalam kondisi baik hanya tersisa sekitar 84 unit, sementara lebih dari 430 unit lainnya mengalami kerusakan atau tidak lagi layak fungsi.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai sejak tahun 2025 mulai melakukan pembangunan dan revitalisasi rumah adat secara bertahap.
