Selain beras, beberapa komoditas lain yang juga dijual yakni minyak goreng dan gula pasir. Meski harganya lebih murah, namun tidak ada syarat khusus warga yang bisa membeli komoditas dari Bulog tersebut.
Saat ditanya sistem pembeliannya seperti apa, Kabulog Muhtahin menjelaskan pembelian khusus untuk beras sebanyak 2 karung, yang masing-masing karung berisi 5 kg. Syaratnya dengan menunjukkan Kartu Keluarga.
“untuk beras yang dilayani adalah keluarga, buka orang perorangan, harus menunjukan kartu keluarga, dan hanya bisa beli dua karung, berarti sepuluh kilo, kalau untuk minyak goreng dan gula, bisa langsung beli saja, tanpa ada persyaratan” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Livens Turuk melalui Kabid Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Bernadus Adur menjelaskan, Operasi Pasar murah ini merupakan upaya pemerintah kabupaten Manggarai, untuk mengatasi gejolak harga di pasaran khususnya beras.
“ini adalah upaya pemerintah kabupaten Manggarai, untuk mengatasi gejolak harga pasar, terlebih khusus harga beras yang saat ini mengalami kenaikan” jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan produk yang dijual adalah beras, tepung terigu, gula pasir, minyak goreng. Dalam operasi Pasar tersebut ada tiga mitra yang dilibatkan untuk pengadaan barang kebutuhan yaitu perum Bulog, beras, tepung terigu, minyak goreng merk sedap dan gula. Untuk PT Inti Harum Sentosa paket cucian dan Mie Instan, sementara untuk Toko Bahagia khusus untuk minyak goreng merk bimoli.
“ada tiga mitra yang kita libatkan disini untuk pengadaan barang-barang kebutuhan masyarakat, ada yang siap minyak goreng, ada yang siap paket cucian dan mie instan serta yang menyiapkan beras, gula dan tepung terigu” Ungkapnya.
Untuk pembelian beras lanjutnya setiap KK hanya diperbolehkan membeli 10 kg. Hal ini kata Dia karena disesuaikan dengan stok beras yang disiapkan.
“untuk pelayanan beras kita sesuaikan dengan jumlah stokstok yang ada, kita batasi untuk satu KK sepuluh kilo gram, dan kami layani per KK bukan perjiwa yang ada dalam KK itu” tutupnya.
Untuk itu Dia mengajak seluruh Masyarakat agar berhematlah dalam membelanjakan uang, penuhi semua kebutuhan yang menjadi prioritas.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Bangka Nekang Katarina mengatakan membeli beras 10 kg dengan harga Rp 90.000. Ia mengakui harga tersebut lebih murah dibandingkan di pasaran saat ini.
“Selisih harganya lumayan, kalau di pasaran per kilogramnya paling murah Rp 13 ribu, hemat 4000, ini bisa untuk beli kebutuhan lain” jelas Katarina.
Saat ditanya dari mana Dia mendapatakan informasi adanya pasar murah, Dirinya mengaku mengetahui infromasi tersebut dari pengumukan di gereja.
“Saya dapat info dari pengumuman di gereja saat misa, kami harapkan ke depan pemda terus lakukan ini dengan mengumumkannya di gereja atau dimana saja, sehingga masyarakat semua tahu, apalagi masyarakat seperti yang kurang mampu” tutupnya.
Untuk diketahui jadwal pelaksanaan operasi Pasar murah selama dua hari kedepan yaitu tanggal 1 Maret di Halaman Gereja Paroki Cewonikit semantara untuk tanggal 2 Maret akan dilaksanakan di halaman Gereja Paroki Kumba, dengan membawa FC Kartu Keluarga.
