MANGGARAI, SwaraNTT.net- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan bahwa belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkuat daya saing daerah berbasis sektor unggulan.
Hal tersebut sejalan dengan tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Manggarai Tahun 2027.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Manggarai sebelum membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal RKPD Kabupaten Manggarai Tahun 2027, yang berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Kamis (5/2/2026).
Bupati Manggarai menjelaskan bahwa tingkat konsumsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pendapatan, harga barang, serta ketersediaan barang dan jasa di pasaran.
Oleh karena itu, kebijakan belanja pemerintah harus diarahkan secara tepat sasaran agar mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, khususnya pada sektor-sektor unggulan daerah.
“Belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat itu saling terkait. Masyarakat bisa membeli kalau memiliki pendapatan, dan pelaku usaha hanya bisa memutar modal jika ada permintaan di pasar. Dari situlah sektor unggulan daerah dapat tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Manggarai menyinggung faktor eksternal seperti tingkat suku bunga yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah.
Meski demikian, Ia menilai kondisi likuiditas nasional yang relatif longgar serta suku bunga yang cenderung rendah saat ini merupakan peluang untuk mendorong pembiayaan usaha melalui kredit perbankan, terutama bagi pelaku usaha lokal.
Namun demikian, Bupati Manggarai menegaskan bahwa kredit usaha tidak akan berjalan efektif jika tidak ditopang oleh aktivitas pasar dan konsumsi masyarakat.
Karena itu, belanja pemerintah dipandang sebagai stimulus awal untuk menggerakkan pasar, memperkuat permintaan, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan investasi di sektor-sektor unggulan.
