Selain pertumbuhan ekonomi, indikator pembangunan manusia di Kabupaten Manggarai juga mengalami peningkatan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Manggarai tercatat mencapai angka 70,1 dan masuk dalam kategori tinggi.
Capaian tersebut mencerminkan adanya kemajuan di sektor pendidikan dan kesehatan.
![]()
Meski demikian, Bupati Hery Nabit mengakui bahwa pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait Indeks Ketahanan Sosial yang baru mencapai sekitar 37 persen.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya risiko bencana alam, terutama tanah longsor, serta konflik sosial yang masih terjadi di masyarakat.
“Kita harus jujur mengakui kelemahan yang ada agar bisa memperbaikinya. Baik pemerintah daerah, kecamatan, desa, maupun masyarakat harus lebih siap menghadapi bencana,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 tercatat sebesar 18,1 persen atau sekitar 65 ribu jiwa.
Karena itu, pemerintah daerah akan memperketat pengelolaan anggaran berbagai program penanggulangan kemiskinan dan stunting agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah daerah menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yaitu “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan”.
Salah satu fokus utama yang akan didorong adalah peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui industrialisasi.
Menurut Bupati Hery Nabit, sektor pertanian di Manggarai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat jika produk yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Kopi kalau diolah akan memiliki nilai tambah yang sangat besar. Dari Rp80 ribu per kilogram bisa menjadi Rp800 ribu per kilogram. Tetapi prasyaratnya adalah industrialisasi,” jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan industri pengolahan tersebut, pemerintah daerah terus memperjuangkan ketersediaan infrastruktur listrik yang memadai agar aktivitas produksi dan pengolahan hasil pertanian dapat berkembang di daerah.
Menutup arahannya, Bupati Hery Nabit mengingatkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk tetap optimistis dalam merencanakan pembangunan meskipun di tengah berbagai ketidakpastian global dan nasional.
“Ketidakpastian bukan alasan untuk berhenti merencanakan. Kita tetap harus merencanakan dengan berbagai skenario dan menentukan prioritas yang tepat,” pesannya.
Melalui Musrenbang RKPD ini, pemerintah berharap dapat menghasilkan kesepakatan prioritas pembangunan Kabupaten Manggarai tahun 2027 yang lebih fokus, realistis, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
![]()
![]()
![]()
![]()
