Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sambutannya menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia serta ucapan selamat merayakan Paskah kepada seluruh umat Kristiani.
Ia menekankan bahwa Festival Paskah ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga membawa pesan penting tentang perdamaian, persatuan, dan toleransi di tengah keberagaman bangsa.
Gibran Rakabuming Raka juga mendorong agar kegiatan ini dapat dikembangkan sebagai agenda wisata rohani yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
![]()
Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional serta kewaspadaan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidak benar.
“Tidak ada satu negara pun yang dapat melakukan pembangunan tanpa persatuan,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Sinode GMIT, Samuel Pandie, menegaskan bahwa Paskah merupakan kesaksian iman yang harus dihadirkan dalam kehidupan sosial.
Ia juga mengajak semua pihak untuk memberi perhatian terhadap berbagai persoalan di NTT seperti stunting, kekerasan, perlindungan buruh migran, HIV/AIDS, serta tantangan di wilayah 3T.
Pesan damai lintas agama turut disampaikan oleh Romo Dus Bone yang mengajak masyarakat untuk memandang perbedaan sebagai anugerah Tuhan, memperkuat solidaritas, serta menjaga persatuan dan toleransi.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan Obor Perdamaian dari Wakil Presiden kepada Pemuda GMIT, serta pembukaan resmi Festival Paskah melalui seremoni simbolis yang ditandai dengan partisipasi dalam pemanggulan salib Paskah.
Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai iman, persaudaraan, serta komitmen bersama dalam membangun Nusa Tenggara Timur sebagai daerah yang damai, toleran, dan sejahtera.***
![]()
![]()
![]()
![]()
