Group BPD Indonesia Donasikan Uang Rp100 Juta Untuk SLB Karya Murni dan Panti Rehabilitasi Renceng Mose

“Kita berharap anak-anak ini pada waktunya akan bisa menjadi orang yang bisa menghidupi dirinya sendiri dan melepaskan ketergantungannya pada orang lain,” harap orang nomor satu di Kabupaten Manggarai ini.

Saat memberikan sambutannya, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mengaku bangga bisa bertemu dan belajar banyak hal tentang kehidupan, bersama anak-anak yang hebat di SLB Karya Murni Ruteng maupun ODGJ di Panti Rehabilitasi Renceng Mose.

“Kita dipertemukan dengan anak-anak yang hebat juga dengan orang-orang yang hebat dan luar biasa di SLB Karya Murni Ruteng serta Panti Rehabilitasi Renceng Mose,” ucap Dirut Bank NTT, Alexander Riwu, dihadapan para pimpinan Bank Daerah.

Dirut Bank NTT, Alexander Riwu, mengaku bangga melihat anak-anak difabel di SLB Karya Murni Ruteng, yang sungguh luar biasa, karena telah mempertunjukkan kebolehannya melalui tarian, bermain angklung serta memiliki suara yang sangat merdu saat bernyanyi.

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap anak-anak difabel di Kabupaten Manggarai, khususnya di Kecamatan Langke Rembong, Bank NTT kata Dirut Alexander Riwu, telah menyediakan satu unit layanan perbankan 24 jam Khusus untuk difabel di Kantor Bupati Manggarai.

“Bank NTT, telah menyediakan 1 unit mesin ATM untuk bertransaksi Khusus untuk saudara dan saudari kita yang difabel. Transaksi ini sesuai dengan layanan jasa yang ada,” sebutnya.

Satu unit mesin ATM ini, jelas Dirut Alexander Riwu, agar memperkenalkan layanan jasa perbankan bagi penyandang difabel.

Untuk diketahui, lima Bank Daerah yang tergabung dalam group Bank Pembangunan Daerah Indonesia, mendonasikan uang sebesar Rp100 juta untuk Yayasan SLB Karya Murni Ruteng dan Panti Rehabilitasi Renceng Mose.