Manggarai, SwaraNTT.Net – Kepada seluruh para pengajar serta para suster dan bruder, terimakasih atas pelajaran kehidupan yang kami boleh terima hari ini. Terimakasih telah membimbing anak-anak kami dengan kesabaran yang ekstra. Mereka ada disini karena kami orang tuanya tidak bisa mengajarkan mereka dengan baik.
Demikian disampaikan Bupati Manggarai Herybertus Nabit, saat menghadiri acara penyerahan sumbangan dari lima Bank Daerah yang tergabung dalam group Bank Pembangunan Daerah (Bank Jambi, Bank Bali, Bank Kalsel, Bank Sulselbar dan Bank NTT), pada Jum’at (3/3/2023) pagi.
Kepada sejumlah pimpinan Bank Pembangunan Daerah, Bupati Hery Nabit, menyampaikan ucapan terimakasihnya karena telah memberikan sumbangan kepada anak-anak difabel melalui Yayasan SLB Karya Murni dan Panti Rehabilitasi Renceng Mose, yang menangani Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
![]()
Pendekatan pemerintah terhadap anak-anak difabel, jelas Bupati Hery Nabit, merupakan pendekatan hak, bukan lagi belas kasih. Karena anak-anak difabel berhak untuk hidup sama seperti yang lain.
“Pendekatan kami dari Pemerintah terhadap anak-anak difabel adalah pendekatan hak. Anak-anak difabel berhak untuk mendapatkan Pendidikan, berhak untuk mendapatkan fasilitas kesehatan seperti yang lain, mereka juga berhak untuk mendapatkan pelayanan seperti yang lain, mereka juga berhak untuk berkontribusi seperti yang lain,” jelas Bupati Hery Nabit.
Melalui pendekatan itu sebut, Bupati Hery Nabit, dalam dokumen perencanaan pembangunan di Kabupaten Manggarai, tidak menggunakan kata disabilitas (keterbatasan fisik) tetapi menggunakan kata difabilitas atau different ability (kemampuan yang berbeda).
“Melalui pendekatan itu, itulah yang kami tuangkan dalam visi ‘Manggarai yang Maju, Adil dan Berdaya Saing,” sebut Bupati Hery Nabit.
Ia berharap kedepannya makin banyak perhatian dari berbagai pihak apapun bentuknya untuk berbagi bersama anak-anak difabel.
![]()
![]()
![]()
![]()
