HPN 2026 di Banten, Pemerintah Perkuat Peran Pers dan Literasi Digital Generasi Muda

Peringatan HPN 2026 juga menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk meneguhkan kembali nilai-nilai independensi, profesionalisme, dan etika jurnalistik. Di era digital yang ditopang algoritma dan kecerdasan buatan, pers dituntut tetap adaptif tanpa kehilangan jati diri sebagai sumber informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Rangkaian acara puncak HPN 2026 diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penyampaian agenda kegiatan, serta sejumlah sesi reflektif yang menyoroti tantangan dan masa depan pers nasional. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, cerdas, dan berkelanjutan.

Hari Pers Nasional 2026 kembali menegaskan bahwa pers yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kritis, dan masyarakat yang kritis merupakan fondasi utama bagi terwujudnya bangsa yang berdaulat di era digital.

Dari Nusa Tenggara Timur, Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., turut hadir dalam puncak peringatan HPN 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mendukung penguatan pers yang sehat, profesional, dan berintegritas.

Kehadiran tersebut mencerminkan perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis pers dalam mendorong literasi publik, memperluas akses informasi, serta mengawal proses pembangunan daerah, khususnya di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis seperti NTT.

Sejalan dengan tema HPN 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, Bupati Hery menegaskan bahwa pers memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran masyarakat dan menciptakan iklim pembangunan yang transparan dan partisipatif.

“Pers yang sehat dan bertanggung jawab merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat literasi masyarakat, mendorong ekonomi daerah yang berdaya saing, serta menjaga kepercayaan publik. Hal ini menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk di daerah-daerah seperti Manggarai dan Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.