Objek tersebut meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Selain fokus pada kelancaran arus lalu lintas, jajaran kepolisian juga diinstruksikan untuk mewaspadai berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Berdasarkan pemetaan kerawanan, terdapat beberapa potensi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi, antara lain kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, serta perkelahian antar kelompok,” tegasnya
Untuk itu, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli rutin dengan melibatkan unsur pengamanan swakarsa, terutama pada titik dan waktu yang dianggap rawan.
![]()
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian saat meninggalkan rumah untuk mudik, guna memberikan rasa aman selama bepergian.
Kehadiran BPBD Kabupaten Manggarai dalam apel tersebut juga dinilai penting, mengingat adanya potensi cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca berawan hingga hujan lebat.
“Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Diperlukan kesiapsiagaan, baik dalam penyiapan tim tanggap bencana maupun sarana dan prasarana pendukung,” ujar AKBP Levi.
Kesiapan tersebut mencakup langkah-langkah penanganan bencana mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
Menutup amanatnya, Kapolres Manggarai menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 merupakan tanggung jawab bersama.
Ia mengajak seluruh unsur lintas sektor di Kabupaten Manggarai untuk terus memperkuat soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan, demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri.***
![]()
![]()
![]()
![]()
