Manggarai Barat, SwaraNTT.Net – Pemburu madu hutan yang tergabung dalam 4 (empat) Kelompok Tani di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, meminta perhatian pemerintah untuk melakukan pendampingan terhadap usaha mereka.
Selain itu, ketiga kelompok tani yang sudah lama bekerja menjadi pemburu madu hutan itu, meminta kepada pemerintah kabupaten Mabar, untuk menyediakan fasilitas terhadap kelompok tani tersebut.
Robertus Maganus Melison, ketua kelompok tani madu Kawe Mose, kepada media ini, Minggu (23/8/20) menyampaikan, dirinya bersama 9 (sembilan) orang anggota kelompoknya dan 3 (tiga) kelompok petani madu hutan lainnya di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, meminta ketulusan hati Pemerintah Daerah untuk memperhatikan usaha ini.
Baca Juga: Merdeka Secara Ekonomi
Menurutnya, permintaan konsumen untuk membeli madu di daerah perkotaan lebih besar dari pada pedesaan. Sehingga, kata Rober, dirinya dan beberapa kelompok tani lainnya berharap adanya pihak lain, yang dapat membantu mereka mulai dari mempersiapkan alat atau fasilitas hingga hasil madu yang diperoleh itu sampai di wilayah perkotaan, bahkan mampu bersaing di luar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Kerinduan besar kami dari dulu sampai saat ini, adalah adanya bentuk perhartian Pemerintah kepada kami, tolong siapkan pasar yang seluas-luasnya agar kami ini bisa merasakan, manfaat yang kami kerjakan,” tutur Robertus.
Hal senada juga disampaikan oleh Yohanes Hibur, Ketua kelompok tani Madu Hutan Setia Janji mengatakan, kesulitan yang selama ini dialami oleh semua kelompok tani pencari madu hutan di daerahnya adalah wilayah pemasaran.
![]()
