Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menegaskan pentingnya percepatan pengembangan wisata darat sebagai bagian dari strategi diversifikasi produk pariwisata dan upaya mendorong persebaran aktivitas dan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo Flores.
“Akselerasi wisata darat melalui diversifikasi produk menjadi sebuah urgensi, terutama untuk mengurangi tekanan di kawasan perairan sekaligus memperpanjang durasi tinggal (length of stay) wisatawan. Karena itu, pengembangan wisata darat menjadi langkah yang sangat mendesak. Optimalisasi kawasan seperti Parapuar dan destinasi lainnya di Manggarai Barat, melalui peningkatan kapasitas SDM, penyediaan infrastruktur penunjang yang memadai, serta penguatan paket wisata darat yang telah siap, kami yakini akan menambah pilihan atraksi dan memperkaya pengalaman wisatawan,” tegasnya.
Sejalan dengan penekanan tersebut, mewakili Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustinus Gias, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
“Sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang dapat mendongkrak pendapatan daerah kami. Karena itu, kami perlu terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah pusat serta BPOLBF dalam pengembangan daya tarik wisata di Manggarai Barat, khususnya penguatan atraksi wisata darat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa dalam konteks Labuan Bajo, mitigasi dan penanganan krisis kepariwisataan menjadi prioritas Kementerian Pariwisata yang harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan.
Pembangunan pariwisata tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan SDM, sistem mitigasi risiko, serta tata kelola keselamatan, baik untuk wisata bahari maupun darat melalui pengaturan kapasitas kunjungan, standar keselamatan destinasi dan event, serta mekanisme tanggap darurat yang terintegrasi agar terbangun ekosistem pariwisata yang komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan di Labuan Bajo
Selain itu, sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) berperan sebagai orkestrator yang berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk pariwisata di Labuan Bajo Flores.
Plt. Dirut BPOLBF Andhy Marpaung menegaskan peran BPOLBF dalam memperkuat orkestrasi program lintas sektor, termasuk penguatan produk aktivitas wisata darat, salah satunya melalui penyusunan travel pattern yang telah dilakukan BPOLBF berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait.
“Kami di BPOLBF terus mendorong implementasi travel pattern yang telah disusun untuk berbagai destinasi dan aktivitas di Kota Labuan Bajo, termasuk wisata religi Katolik, desa wisata, serta penguatan beragam event darat sebagai strategi memperpanjang lama tinggal wisatawan. Selain itu, pengembangan destinasi wisata terpadu Parapuar melalui event ‘Weekend at Parapuar’ menjadi salah satu fokus kami dalam menghadirkan atraksi darat yang terkurasi, terintegrasi, dan siap jual.” jelas Andhy.
Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pembangunan pariwisata Labuan Bajo Flores berjalan secara aman, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi dinamika ke depan.
Sejumlah isu yang mengemuka dalam pertemuan tersebut, antara lain penguatan kapasitas dan kompetensi SDM pariwisata, khususnya tenaga kerja pada aktivitas wisata bahari, penataan regulasi dan perizinan, dukungan program pengembangan desa wisata, serta aspek keselamatan dan keamanan wisatawan, akan diteruskan secara formal oleh Kementerian Pariwisata kepada kementerian dan lembaga terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Sinergi yang terbangun melalui kunjungan kerja ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pariwisata Labuan Bajo Flores menjadi destinasi yang tidak hanya unggul secara atraksi, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola, keselamatan, dan keberlanjutan.****
![]()
