Kunker ke SMA Negeri 2 Langke Rembong, Melki Laka Lena Gaungkan Produksi UMKM Desa dan Kelurahan Se-NTT

Meliki Laka Lena juga menilai, penguatan UMKM desa bukan hanya soal peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga tentang membangun rasa bangga terhadap produk buatan orang NTT sendiri.

Produk lokal yang dikelola secara berkelanjutan diyakini mampu menjadi identitas desa sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Selain mendorong peran pemerintah dan pelaku usaha, gerakan ini juga mengajak keterlibatan aktif komunitas masyarakat melalui konsep satu komunitas, satu produk unggulan. Konsep ini menempatkan komunitas sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kebersamaan dan solidaritas sosial.

“Salah satu contoh konkret datang dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang telah mengembangkan pusat pemasaran produk komunitas melalui balai GMIT dengan nama GGMart. Kehadiran GGMart menjadi wadah bagi produk-produk UMKM jemaat dan komunitas untuk dipasarkan secara lebih luas,” ungkapnya.

Melkiades Laka Lena juga berharap langkah GMIT ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya, baik komunitas gereja Katolik, komunitas Muslim, maupun komunitas hobi seperti sepeda, pendaki gunung, dan komunitas sosial lainnya, untuk turut menciptakan dan mengembangkan produk unggulan masing-masing.

Dengan kolaborasi lintas sektor pemerintah, pengusaha UMKM, dan komunitas Pemprov NTT optimistis penguatan produksi UMKM desa dan kelurahan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Gerakan ini juga sejalan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat semangat Bangga Buatan NTT di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.***