Selain itu, capaian Indeks Desa Membangun (IDM) juga menunjukkan perkembangan yang baik.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketahanan sosial masih menjadi salah satu area yang membutuhkan perhatian serius.
Beberapa faktor yang memengaruhi ketahanan sosial di Manggarai antara lain tingginya indeks risiko bencana, tingkat kemiskinan, serta potensi konflik sosial.
![]()
Karena itu, pembangunan ketahanan sosial ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama dalam RKPD Tahun 2027.
Bupati Hery Nabit juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 masih berada pada kisaran 18,1 persen, atau sekitar 65 ribu jiwa.
Kondisi ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi melalui kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berbasis potensi daerah.
Dengan indeks daya saing daerah yang mencapai 3,69, atau berada di atas rata-rata provinsi yang sebesar 3,5, Manggarai dinilai memiliki peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi sektor unggulan.
Dalam Musrenbang tersebut, Bupati Hery Nabit juga menyoroti sejumlah sektor unggulan yang menjadi prioritas pengembangan daerah.
Sektor pertama adalah pertanian yang dikelola secara modern dan terintegrasi dengan industrialisasi.
Menurutnya, industrialisasi menjadi kunci transformasi ekonomi daerah, namun membutuhkan dukungan infrastruktur dasar seperti ketersediaan listrik.
Ia pun menegaskan dukungannya terhadap pengembangan energi panas bumi (geotermal) sebagai solusi untuk kemandirian energi daerah.
“Kalau mau keluar dari kemiskinan, ya geothermal. Hari ini Presiden pun tidak bicara kompor gas, tapi kompor listrik. Minyak semakin sulit karena konflik global, solusinya kita harus mandiri secara energi,” tegasnya.
Selain itu, sektor tenun ikat Manggarai juga menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Bupati meminta dinas terkait untuk mengelompokkan para penenun berdasarkan tingkat keahlian, mulai dari pemula hingga penenun senior.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk tenun yang dihasilkan.
Di akhir sambutannya, Bupati dua periode tersebut mengingatkan bahwa kondisi global pada tahun 2026 hingga 2027 masih diwarnai ketidakpastian, baik di tingkat internasional, nasional, maupun daerah.
Karena itu, pemerintah daerah diminta untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Anggaran boleh dibicarakan dan tercatat, tapi realisasinya belum pasti. Bukan untuk membuat tidak nyaman, tetapi inilah realitas yang kita hadapi. Oleh karena itu, kita harus bersiap-siap dan menentukan prioritas dengan cermat,” pungkasnya.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.***
![]()
![]()
![]()
![]()
