Pencanangan KB Tingkat Kabupaten di Satarmese Barat, Pemkab Dorong Keluarga Berkualitas

Berdasarkan data per Desember 2025, jumlah peserta KB aktif di Kecamatan Satarmese Barat tercatat sebanyak 1.505 akseptor. Rinciannya, metode suntik 648 akseptor, pil 506 akseptor, implan 117 akseptor, tubektomi 92 akseptor, serta KB tradisional sebanyak 8 akseptor.

Meski demikian, angka unmet need KB di wilayah tersebut masih tergolong tinggi. Tercatat sekitar 483 pasangan usia subur (PUS) atau sekitar 15 persen belum menggunakan alat kontrasepsi, meskipun memiliki keinginan untuk menunda atau mengatur kehamilan.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Diperlukan kerja keras dan kolaborasi semua pihak untuk menjangkau masyarakat yang belum ber-KB agar dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Kegiatan pencanangan ini menargetkan pasangan usia subur yang belum ber-KB, termasuk pelayanan KB pasca persalinan.

Pemerintah juga mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang dinilai lebih efektif dan tersedia secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan hingga kader PKK, dapat bekerja sama secara maksimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui setiap niat dan usaha kita dalam mewujudkan masyarakat Manggarai yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” tutupnya.***