PLTP menjadi solusi unggulan karena mampu menyediakan listrik stabil, tidak bergantung pada cuaca, serta memiliki emisi karbon rendah, sekitar ±75 gram CO₂e per kWh, jauh lebih kecil dibanding pembangkit berbasis fosil. Beberapa wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tengah dikembangkan, antara lain Ulumbu di Manggarai, Atadei di Lembata, Oka Ile Ange di Flores Timur, serta Wae Sano di Manggarai Barat.
Keberhasilan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara menjadi inspirasi. Dengan kapasitas 120 MW, PLTP Lahendong menyuplai listrik ke lebih dari 133.000 rumah dan menghemat devisa miliaran rupiah per tahun. Tak hanya itu, pengembangannya turut mendorong ekowisata, industri lokal, hingga produk unggulan masyarakat.
Pulau Flores dinilai memiliki peluang meniru kesuksesan tersebut, memanfaatkan energi domestik ramah lingkungan, menekan impor BBM, menciptakan lapangan kerja hijau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan kuat datang dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk Satgas di sejumlah wilayah kerja panas bumi untuk memverifikasi kondisi lapangan dan memastikan proses berjalan transparan serta akuntabel. Dialog dengan masyarakat pun terus dikedepankan.
Menurut Gubernur Melki, proyek geothermal yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan, sementara yang masih memiliki kendala akan diperbaiki sesuai aspirasi masyarakat. Transparansi data lingkungan, keterlibatan masyarakat adat, serta pelestarian berbasis kearifan lokal menjadi prinsip utama.
PLTP Ulumbu yang telah beroperasi selama 13 tahun menjadi bukti konkret. Saat berdialog dengan warga Desa Wewo, Gubernur menanyakan langsung apakah ada dampak negatif terhadap pertanian, kesehatan, atau ternak. Warga serempak menyatakan tidak pernah merasakan dampak buruk, justru menikmati manfaat listrik yang lebih andal.
Gubernur juga meminta PLN memastikan penggunaan teknologi terbaik dalam setiap proses pengeboran agar pengembangan geothermal benar-benar memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Di balik uap panas bumi yang mengepul dari perut Flores, tersimpan harapan besar akan kemandirian energi dan masa depan yang lebih hijau.
“Dengan kolaborasi pemerintah, PLN, akademisi, dan masyarakat, Flores berada di jalur menuju transformasi energi bersih yang berkelanjutan,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto.
![]()
