Dari sisi energi, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa sinergi dan konektivitas antardaerah menjadi elemen kunci dalam mendukung pengembangan sektor-sektor potensial di kawasan Bali-NTB-NTT.
“Konektivitas menjadi salah satu faktor dalam komitmen kerja sama lima sektor potensial ini, khususnya di sektor energi,” ungkap Iqbal.
Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan kekuatan utama sekaligus penggerak perekonomian daerah yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi lintas provinsi.
“Kami bersama Gubernur NTB dan NTT bersepakat bahwa pengembangan sektor pariwisata maupun sektor lainnya harus dilakukan secara bersama-sama. Salah satu bentuk konkret kerja sama tersebut adalah pengembangan paket wisata bahari yang menghubungkan Bali, NTB, hingga NTT,” jelas Koster.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyatakan bahwa kerja sama regional KR-BNN sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pembangunan kawasan Bali-Nusa Tenggara sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis energi bersih dan berkelanjutan.
“PLN memandang kerja sama tiga provinsi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui pemanfaatan EBT seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air, kami berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, rendah emisi, dan mendukung pengembangan pariwisata hijau,” ujar Rizki.
Sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) “Hijau” 2025, komitmen tersebut diwujudkan melalui progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, PLTP Atadei, dan PLTP Mataloko sebagai bagian dari penguatan bauran energi bersih di wilayah Bali-Nusa Tenggara.
Ke depan, PT PLN (Persero) UIP Nusra juga merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rote, Pulau Sumba, dan Pulau Alor, serta terus melakukan pemetaan potensi EBT lainnya sebagai langkah nyata mendukung swasembada energi dan pengembangan pariwisata hijau yang berkelanjutan di kawasan Bali-Nusa Tenggara.***
