“PLN berharap dari tangan-tangan perempuan Lifuleo akan lahir produk-produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi desa, sekaligus menjadi simbol kemandirian dan semangat berdaya perempuan Nusa Tenggara,” ungkap Rizki.
Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan PLN untuk mendukung keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi wujud nyata komitmen PLN UIP Nusra dalam memberdayakan perempuan pesisir sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Melalui kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Desa Eco-Bahari Lifuleo diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kelautan menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.***
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
