Koordinator Kabupaten Program TEKAD Manggarai, Largus Ogot, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal.
“Program TEKAD hadir untuk mendorong masyarakat desa agar mampu mengelola potensi yang ada secara mandiri. Dengan penyulingan minyak cengkeh, kelompok tidak hanya menjual hasil panen, tetapi menghasilkan produk bernilai tambah yang memiliki daya saing,” ujarnya, Selasa, 03/3/2026.
Sekolah lapangan tersebut diisi dengan praktik langsung proses penyulingan menggunakan alat destilasi.
Para anggota kelompok terlibat aktif dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan dan persiapan bahan baku, pengaturan suhu pemanasan, proses penguapan dan kondensasi, hingga pengukuran rendemen minyak yang dihasilkan.
Petugas Penyuluh Teknis, Yuvensius Janggat, menjelaskan bahwa kualitas minyak cengkeh sangat bergantung pada ketepatan proses produksi.
“Kunci mutu minyak cengkeh ada pada kontrol suhu dan kualitas bahan baku. Jika prosesnya tepat, rendemen akan optimal dan kualitas minyak lebih baik. Pendampingan ini kami lakukan agar kelompok benar-benar siap berproduksi secara mandiri,” jelasnya.
Selain penguatan teknis, peserta juga dibekali pemahaman tentang manajemen usaha, standar mutu produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran.
Langkah ini dinilai penting agar usaha yang dirintis tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu berkembang hingga menembus pasar yang lebih luas.
Ketua KPB Ponggeok, Ronaldus Slano, menyampaikan bahwa program ini membawa dampak nyata bagi petani dan masyarakat desa.
“Program ini sangat menguntungkan petani cengkeh karena kami bisa meningkatkan nilai jual hasil panen melalui penyulingan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kerja bagi generasi muda di Desa Ponggeok,” ungkapnya.
Dengan adanya unit penyulingan ini, Desa Ponggeok diharapkan menjadi contoh pengembangan usaha minyak atsiri berbasis desa di Kabupaten Manggarai.
Hilirisasi cengkeh yang didorong melalui Program TEKAD bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Ke depan, KPB Ponggeok optimistis mampu memasarkan produk minyak cengkeh tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menembus pasar nasional, sekaligus memperkuat posisi desa sebagai sentra produksi minyak atsiri di Manggarai.***
![]()
