LEMBATA, SwaraNTT.net- Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga nilai, merawat kepercayaan, dan berjalan seiring dengan kehidupan masyarakat.
Hal inilah yang tercermin dalam prosesi adat pengukuhan Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pengadaan Tanah untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei di Desa Nubahaeraka, Kabupaten Lembata.
Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa adat yang sakral ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan dapat berjalan selaras dengan budaya lokal.
![]()
Masyarakat dari berbagai suku pemilik tanah, tokoh adat, pemerintah setempat, serta perwakilan PLN (Persero) duduk bersama dalam semangat kebersamaan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan dilakukan dengan menghormati nilai-nilai leluhur.
Prosesi adat dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, Yoseph Beda Lein. Ritual tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan dan restu adat terhadap rencana pembangunan yang akan dilaksanakan.
Dalam tradisi masyarakat Nubahaeraka, setiap keputusan besar harus melalui mekanisme adat guna menjaga harmoni sosial dan keseimbangan kehidupan.
![]()
![]()
![]()
![]()
