Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Unwar, Prof. I Nyoman Sujana, menegaskan bahwa program KKN menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepekaan sosial.
“KKN mempertemukan dunia akademik dengan realitas sosial masyarakat. Mahasiswa belajar memahami persoalan masyarakat sekaligus berupaya menghadirkan solusi yang dapat mendorong pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui program KKN tersebut mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi lokal, edukasi sosial dan hukum, hingga pengembangan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menyambut baik rencana pelaksanaan KKN mahasiswa Unwar di wilayahnya.
![]()
Ia mengapresiasi kunjungan Rektor Unwar beserta jajaran yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta koordinasi terkait lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, Kabupaten Manggarai Barat saat ini terus berkembang sebagai daerah tujuan wisata yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Bahkan, PAD Manggarai Barat menjadi yang terbesar di antara kabupaten di Nusa Tenggara Timur, salah satunya didukung oleh sektor pariwisata.
Ia berharap program KKN mahasiswa Unwar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya dalam penguatan sektor ekonomi nelayan serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan pesisir.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui program KKN ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta pengembangan potensi daerah.***
![]()
![]()
![]()
![]()
