Sebanyak 416 unit telah beroperasi, 648 unit dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung pada Maret 2026, serta 107 unit masih dalam tahap groundbreaking.
Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, program ini diproyeksikan mampu memberikan manfaat kepada 2.697.500 penerima dan menyerap 58.950 tenaga kerja di berbagai daerah. Sebanyak 33 SPPG dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bentuk pemerataan akses layanan gizi.
Khusus di Papua, Polri telah melaksanakan survei bersama Badan Gizi Nasional untuk menentukan titik pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan layanan pemenuhan gizi secara merata hingga wilayah paling terpencil.
Pada 2026, Polri menargetkan pembangunan mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia dengan tetap menyesuaikan arahan Presiden.
Standar Higienitas dan Keamanan Pangan
Kapolri menegaskan bahwa aspek higienitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam operasional SPPG.
Hingga kini, 200 SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi, 150 SPPG mengantongi Sertifikat Halal, dan 147 SPPG memiliki Sertifikat Uji Laboratorium.
Setiap unit dilengkapi fasilitas pendukung seperti filter air, pemanas air, biotank pengelolaan limbah, serta perlengkapan sanitasi lainnya.
Seluruh SPPG juga menerapkan prinsip food security dan food safety melalui mekanisme pengendalian mutu (quality control) yang ketat guna menjamin makanan yang disajikan aman dan layak konsumsi.
Perkuat Gudang Ketahanan Pangan
Selain pembangunan SPPG, Polri juga memperkuat rantai pasok melalui pembangunan gudang ketahanan pangan. Saat ini telah tersedia 18 gudang di 12 kota.
Pada 2026, akan ditambah 10 unit gudang di delapan Polda sehingga total menjadi 28 gudang dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton.
Pembangunan gudang juga dilakukan di wilayah Polda Jawa Tengah dengan kapasitas 1.000 ton.
Selain itu, Polri menyediakan 30 gudang alternatif, termasuk di wilayah Papua yang belum memiliki fasilitas gudang Bulog.
Keberadaan gudang-gudang ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi bahan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelibatan petani, peternak, UMKM, dan pelaku logistik lokal.
Komitmen Kawal Program Pemerintah
Presiden dan Kapolri menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Program ini menjadi prioritas pemerintah untuk menjamin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul.
Menutup kegiatan, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus menjadi institusi yang presisi, profesional, dan hadir di tengah masyarakat.
“Melalui penguatan institusi dan dukungan infrastruktur ketahanan pangan ini, Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang bermutu dan merata, serta mengawal seluruh program pemerintah demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur,” tegasnya.***
