Karena Bus Gunung Mas tujuan Labuan Bajo sudah berangkat, kedua kendaraan angkutan sewa asal Ngada tersebut mencari kendaraan lain.
Saat melintasi jalan yang berlokasi di Traffic Light (Lampu Lalu Lintas) Mbaumuku pada pukul 17.00 wita, mobil angkutan milik Fransiskus karsiolo dan mobil angkutan milik Denis, dihadang puluhan orang.
Menurut Fransiskus karsiolo, Ia ditarik paksa dari dalam kendaraannya lalu di pukul banyak orang, sedangkan tiga orang penumpang ditarik paksa keluar dari dalam kendaraannya.
“Sampai di Lampu merah Mbaumuku, saya dihadang dan ditarik paksa dari dalam mobil lalu saya dipukul sama mereka. Saya punya penumpang juga mereka paksa kasi turun,” ucap Fransiskus karsiolo.
Saat ini kata, Fransiskus karsiolo, Ia sudah melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian Resort Manggarai.
Terpisah, koordinator angkutan sewa asal Kabupaten Ngada, Wigbertus Ferdinandus mendesak pihak Polres Manggarai, agar segera mengusut tuntas kasus penganiyaan terhadap teman seprofesinya itu.
“Siapapun dia, pihak Polres Manggarai harus memproses terhadap pelaku tersebut,” tegas Wigbertus Ferdinandus.
Wigbertus Ferdinandus, mendesak Dinas Perhubungan NTT, agar membuat aturan terkait trayek khusus angkutan travel antar Kabupaten di NTT.
“Kami minta pemerintah Provinsi NTT, buat aturan terkait angkutan sewa travel, biar kami kemana-mana aman dan pemerintah harus buka mata dengan kejadian ini” harapnya.
Lebih lanjut kata Wigbertus Ferdinandus, “kalaupun aturannya ketika penumpang dari Ngada tujuan Labuan Bajo harus diturunkan penumpangnya di Manggarai, tidak apa-apa, tetapi tunjukkan kepada kami aturannya”.
