Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan adanya rasa memiliki serta komitmen dalam memantau pertumbuhan bibit yang telah ditanam.
SIBAT Kelurahan Baru juga memberikan pendampingan teknis mengenai cara merawat mangrove di lingkungan pantai agar mampu bertahan dan berkembang dengan baik.
Selain kegiatan penanaman, para relawan juga diajak mengenali berbagai jenis mangrove serta manfaat ekologisnya.
![]()
Melalui observasi lapangan, mereka memahami keterkaitan antara keberadaan mangrove, keanekaragaman hayati, dan keseimbangan alam di kawasan pesisir.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Yayasan Lalong Narang Peduli, Martinus Jani, bersama Ibu Yayasan Ludgardis Siti Kartini.
Hadir pula Ketua Manggarai Mangrove Center (MMC) sekaligus Ketua SIBAT, Baco M. Ali, serta perwakilan SPPI Kecamatan Reok dan Reok Barat.
Aksi penanaman 60 mangrove di Nanga Banda ini menjadi simbol kuat bahwa Relawan MBG SPPG Manggarai Reok Wangkung 2 siap mengambil peran sebagai agen pelestarian lingkungan dan penjaga masa depan bumi.
Kolaborasi antara lembaga, komunitas, dan relawan diharapkan mampu menciptakan gerakan berkelanjutan dalam menjaga pesisir Manggarai tetap hijau dan lestari.***
![]()
![]()
![]()
![]()
