Tinjau Pasar Kuliner Ramadan di Jalan Ir. Soekarno Kupang, Gubernur NTT Pastikan Pengawasan Ketat BPOM

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan aktivitas ekonomi pangan yang meningkat signifikan.

Karena itu, pengawasan terhadap keamanan makanan dan minuman harus dilakukan lebih cepat, adaptif, dan menjangkau langsung masyarakat.

“Tadi dari perbincangan dengan para pedagang dan juga laporan dari Kepala BPOM, bahan baku yang digunakan umumnya sudah sesuai standar BPOM. Dan tentunya BPOM akan rutin terus melakukan pengecekan, pengujian, dan pemeriksaan makanan di setiap tempat yang menjual takjil untuk memastikan keamanan makanan yang dijual,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pengawasan tidak boleh hanya bersifat represif, tetapi juga harus diiringi pendekatan edukatif secara berkelanjutan.

Para pedagang, menurutnya, perlu mendapatkan pembinaan terkait praktik produksi pangan yang baik agar kesadaran terhadap keamanan makanan semakin meningkat.

“Saya lihat sudah ada kesadaran dari para penjual untuk menyajikan makanan sesuai ketentuan, membuat makanan dan minuman yang baik, aman dan sehat. Catatan pentingnya adalah jangan gunakan zat-zat kimia berbahaya yang dilarang BPOM,” tegasnya.

Gubernur Melki juga mengimbau seluruh pedagang takjil dan pelaku usaha makanan-minuman di NTT agar menggunakan bahan baku yang aman dan layak konsumsi demi melindungi masyarakat sebagai konsumen.

Selain menyoroti aspek keamanan pangan, Gubernur Melki turut mengajak masyarakat NTT menjaga ketertiban dan memperkuat toleransi, mengingat Ramadan 1447 H bertepatan dengan perayaan Imlek dan masa prapaskah umat Nasrani.

“Selamat Imlek untuk saudara-saudari Tionghoa di NTT, selamat berpuasa bagi saudara-saudari Nasrani dalam momentum prapaskah, dan tentu selamat menjalankan ibadah puasa bagi saudara-saudari Muslim di NTT. Ini tiga momen besar di waktu bersamaan. Semoga dijalani dengan penuh berkah dan tetap jaga toleransi serta ketertiban,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Selalu lihat kanan dan kiri. Jika ada saudara atau tetangga yang membutuhkan bantuan, mari kita saling membantu dan peduli. Jangan bersikap apatis. Dengan begitu, kita bisa saling menjaga dan mencegah hal-hal buruk terjadi di lingkungan kita,” pungkas Gubernur Melki.