Wakil Gubernur NTT Bersama Pimpinan Daerah se Pulau Sumba Kunjungi Warga Asal Sumba di Bedeng Proyek Bali  

Ia juga meminta para warganya tersebut dapat secara bijak menggunakan gaji yang didapat untuk hal-hal yang bermanfaat terlebih tidak menggunakannya untuk membeli minuman keras yang justru bisa berakibat pada kericuhan jika sudah mabuk.

“Gunakan gaji kalian dengan baik, untuk kehidupan rumah tangga, untuk kebutuhan anak, namun jangan dipakai untuk beli minuman keras. Karena kita tahu sendiri, jika kita sudah mabuk akibat miras tersebut maka otak kita sudah tidak jalan normal lagi, kita tdk bisa berpikir sehat lagi, yang ada pasti buat onar. Ini yang perlu diperhatikan ya,” jelas Wagub Asadoma.

Sementara itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, pada kesempatan tersebut juga menanyakan aspirasi warganya tersebut. Ia memberi perhatian khusus kepada warganya yang belum memiliki kartu identitas resmi atau Kartu Tanda Penduduk, sehingga nanti Ia akan mengirimkan langsung dinas kependudukan untuk bisa melakukan perekaman data warganya tersebut.

Ratu Wulla juga meminta agar para warganya yang sudah memiliki anak dan tidak sekolah untuk segera bisa kembali ke daerah dan melanjutkan sekolah serta akan diakomodir melalui beasiswa dari pemkab SBD. Ia juga menjanjikan memberikan bantuan berupa program rumah layak huni kepada warganya tersebut, sehingga ia meminta para istri dari warganya yang bekerja sebagai buruh tersebut untuk bisa kembali ke Sumba dan mengurus administrasinya.

“Yang belum ada KTP akan kami data, supaya nanti saya tugaskan dukcapil datang ke sini untuk melakukan pendataan. Kalian wajib memiliki kartu identitas, supaya jelas sebagai warga negara. Dan supaya juga resmi sebagai pekerja di sini. Tidak ilegal. Untuk anak-anak ini nanti mamanya bisa bawa pulang dulu agar mereka bisa bersekolah, jika tidak bersekolah nanti kasihan masa depan mereka. Saya harap bapak / ibu mengerti hal ini. Nanti saya akan telepon sekolahnya, untuk di-update data anak-anak ini,” jelas Ratu Wulla.

Ratu Wulla juga meminta warganya untuk mengurus asuransi ketenagakerjaan supaya bisa memberikan jaminan dan santunan ketika terjadi kecelakaan dalam bekerja.

Ketua Umum Flobamora di Bali, Herman Umbu Billy dalam momentum tersebut, juga memperlihatkan buku panduan mandor dan para buruh proyek konstruksi bangunan kepada Wagub NTT. Buku itu berisikan panduan dan SOP yang jelas agar para pekerja khususnya para buruh bisa diperlakukan dan dipekerjakan secara profesional oleh perusahaan.

“Dengan buku ini, akan menjadi panduan bersama supaya warga kita dari NTT yang bekerja di sini bisa diperlakukan secara profesional sesuai SOP,” jelas Umbu Billy dihadapan Wagub NTT dan para pimpinan daerah se Pulau Sumba tersebut.