Menyadari bahaya yang mengancam, saksi sempat melarang korban untuk menyeberang terlebih dahulu dan berinisiatif membantu dengan memotong sebatang bambu yang rencananya akan digunakan sebagai alat bantu penyeberangan.
Namun, saat saksi sedang memotong bambu tersebut, Ia mendengar teriakan korban meminta tolong.
Saksi kemudian bergegas kembali ke arah suara tersebut dan mendapati korban telah terbawa arus banjir Sungai Wae Lokom.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan aliran air sedang deras.***
